Punya Rencana Beli Properti? Ketahui Perbedaan Girik, SHM, AJB dan HGB

Jika dalam waktu dekat ini Anda akan membeli sebuah rumah, properti atau berupa tanah, maka sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis seritifkat rumah yang akan Anda beli. Tentu hal tersebut sangat penting karena berkaitan dengan hak milik dan juga kewajiban untuk melakukan tertib administrasi. Berikut ini perbedaan dari sertifikat Girik, SHM, AJB dan HGB dalam jual beli properti.

Punya Rencana Beli Properti, Ketahui Perbedaan Girik, SHM, AJB dan HGB

 

SHM (Sertifikat Hak Milik)

Jenis sertifikat yang satu ini jadi yang paling kuat dan penuh serta dapat dialihkan atau dijual belikan. SHM merupakan sertifikat hak milik atas kepemilikan penuh suatu lahan atau tanah. Disebut sebagai sertifikat tanah yang paling kuat karena tidak ada campur tangan atas kepemilikan suatu properti. Tentunya SHM ini hanya boleh dimiliki oleh WNI atau Warga Negara Indonesia. Sehingga untuk orang asing atau yang memiliki kewarganegaraan selain Indonesia tidak bisa memiliki SHM.

SGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

Untuk jenis sertifikat yang satu ini, seseorang memiliki hak untuk mendirikan bangunan-bangunan di atas tanah, namun bukan tanah miliknya sendiri. Tanah tersebut biasanya merupakan tanah milik pemerintah maupun perseorangan. Sertifikat ini berlaku 30 tahun dan bisa dilakukan perpanjangan hingga batas waktu 20 tahun. SGB dapat dimiliki oleh setiap WNI dan badan hukum Indonesia yang berkedudukan di Indonesia. Keuntungan dari SGB diantaranya: untuk mendapatkannya tidak membutuhkan dan besar, peluang usaha yang lebih terbuka, bisa dimiliki oleh non WNI. Namun SGB juga memiliki kekurangan yaitu jangka waktu yang terbatas serta cenderung tidak bebas.

Baca juga : Peran Notaris dan PPAT Dalam Jual Beli Tanah, Ini Perbedaan Keduanya

Girik atau Petok

Girik atau petok sebenarnya bukan menunjukkan sebagai sertifikat kepemilikan tanah. Tanah dengan jenis surat ini bukan merupakan administrasi desa. Girik hanya berfungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan untuk keperluan perpajakan. Sehingga dalam jenis surat tanah ini juga tercantum nomor, luas tanah dan pemilik hak akibat jual beli maupun waris. Biasanya surat girik ini disertai dengan akta jual beli tanah atau surat waris.

AJB (Akta Jual Beli)

AJB juga bukan jenis sertifikat rumah atau tanah, melainkan sebagai perjanjian jual-beli dan sebagai salah satu bukti pengalihan hak atas suatu tanah akibat proses jual beli. Sehingga AJB ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah yang meliputik hak milik, hak guna bangunan maupun girik. Oleh karena itu, perjanjian jual beli tanah dengan AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah.

Nah, demikian itulah penjelasan tentang perbedaan dari Girik, SHM, AJB, dan SGB. Jadi, Anda jangan sampai salah mengartikan jenis-jenis sertifikat properti tersebut. Karena tentunya akan berpengaruh pada kepastian kepemilikan suatu properti yang Anda beli.